Bicara Soal Keterbatasan

 

Batas adalah suatu tanda pemisah baik seputar hidup ataupun lainnya yang berkaitan dengan hidup kita manusia, batas ialah realita yang memang benar ada dan tidak semua orang mudah dan mampu menerima serta menjalaninya, hanya pengalaman yang bisa menjadi penentu, kenapa demikian? karena dari pengalaman kita bisa tahu cara sosialisasi dan interaksi dengan sesama, agar kita bisa tahu dan memahami bagaimana dan seperti apa disekeliling kita dan kita juga merasa bahwa hidup itu tidak sendiri, bukankah apa yang ada disekeliling kita ialah cermin bagi kita, bagi yang berpikir tentunya,kalau menurut saya sih iya, bagi orang lain saya sendiri tidak tahu karena setiap manusia itu memiliki sudut pandang dan pengalaman serta wawasan yang berbeda.

Setiap manusia yang tercipta itu terlahir beserta sisi lainya salah satunya yaitu masalah yang selalu kerap mengikuti kita dimanapun kita berada, itu sebabnya kenapa orang bijak pernah berkata"Hati-hatilah jika kita hendak melangkah". Bicara mengenai batas itu sangat beraneka ragam dan diartkel kali ini saya menulis keterbatasan didalam sebuah kehidupan yang kerap berada disisi manusia kapanpun dan dimanapun bisa menghampiri kita, salah satunya yaitu saya pribadi dan apa yang saya tulis disini ialah bagian dari pengalaman pribadi saya sendiri yang memang penuh dengan keterbatasan, Bicara soal keterbatasaan saya banyak sekali memiliki keterbatasan salah satunya faktor ekonomi yang jarang sekali mendukung disetiap gagasan dan rencana saya, kemauan demi kemauan yang semakin bertumpuk didalam isi kepala rasanya sudah sangat berat sekali seperti file sampah didalam sebuah komputer yang bisa memperberat kinerja komputer, namun saya sadar akan kapasitas diri saya "Seorang apakah saya ini" kalimat seperti itu yang selalu muncul dalam hati sehingga membuat saya sedikit pesimis menjalani hidup namun disini saya sadar bahwa saya hanya seorang pekerja buruh yang tidak memiliki hasil yang besar melainkah hasil yang saya dapat tidak mencukupi semua kebutuhan apalagi kemauan yang sangat banyak dan bertumpuk seperti tugas sekolah yang belum selesai dikerjakan, dari situlah saya belajar mengurangi segala kemauan-kemauan yang tidak sesuai dengan kapasitas diri dan saya tidak ingin memaksakan itu semua dan tidak sedikit orang yang menyalahkan pemikiran itu "Semua apa yang diinginkan itu kan harus dipaksakan tanpa dipaksa mana bisa?" kalimat ini yang sering saya dengar namun tidak pernah saya hiraukan, karena saya pribadi bukanlah orang yang suka memaksakan sesuatu diluar batas kemampuan, keterbatasan yang selalu saja ada didalam hidup saya, saya anggap teman sejati dan setia saya sebab dari situlah saya cukup memahami arti dari sebuah keterbatasan sehingga saya tahu bagaimana rasanya orang-orang yang merasakan hal yang serupa dengan saya, bukankah itu sebuah ilmu?

Seperti apa yang saya tulis diatas, tidak semua orang itu mampu menjalani hidup dengan penuh keterbatasan, bersyukurlah kita masih dari sisi ekonomi bayangkan kalau keterbatasaanya dari sisi fisik, diluar sana masih banyak yang memiliki keterbatasan dan tidak hanya ekonomi, dari situlah kita tidak perlu pesimis menjalani hidup, walaupun hidup kita terasa susah dan berat optimislah, karena diluar sana masih banyak yang jauh lebih menderita daripada kita, mulai sekarang berhentilah membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain yang jauh lebih mapan daripada kita lihatlah orang-orang yang ada dibawah kita. lebih baik sekarang kita perbaiki cara dan pola pikir kita supaya tetap berpikir positif tetap semangat menjalani hidup bagi saya keterbatasan adalah sebuah ujianyang Tuhan berikan ke kita sebeb hidup tanpa ujian bagaimana kita bisa tahu akan kapasitas diri kita.

SEMANGAT UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK.